Terkait Aksi Intimidasi dan Makian dari Oknum Ketua PP Pekanbaru

Suparman : Kami punya kemampuan menghadapi seorang Iwan Pansa

Suparman : Kami punya kemampuan menghadapi seorang Iwan Pansa
Suparman bersama Ketua LAMR Rohil, Datuk Taufik Tambusai saat berada di Kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) berpusat di Gedung Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Pekanbaru, Riau - [FAKTA PEKANBARU

Terkait aksi intimidasi dan makian yang dilakukan oleh Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru, Iwan Pansa kepada tokoh masyarakat Riau, Suparman yang juga mantan Ketua DPRD Riau dan mantan Bupati Rokan Hulu di salahsatu kedai kopi di Pekanbaru pada Kamis (30/4) lalu tersebut, saat ini telah masuk dalam ranah adat dan hukum. 

Hal itu disampaikan Suparman saat berada di Gedung Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, didampingi Ketua LAMR Rohil, Datuk Taufik Tambusai, masyarakat Rohul serta sejumlah perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP), Senin, (4/5). 

Namun begitu Suparman menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya puak Melayu, untuk tetap mengedepankan ketertiban dan tidak bertindak anarkis. 

“Sekarang masalah ini sudah masuk wilayah adat dan wilayah hukum. Saya minta kepada puak Melayu untuk tertib dalam penegakan hukum, jangan gegabah dan jangan anarkis. Kita hantarkan maksud baik Datuk Taufik Tambusai ke Kepolisian Daerah Riau, dan saya juga sudah melapor,” ujar Suparman. 

Disamping itu, Suparman juga mengingatkan betapa pentingnya menjaga citra masyarakat Melayu yang dikenal dengan sikap santun, berakhlak baik, dan menjunjung tinggi nilai agama. 

“Kita tidak boleh mencontoh kepada orang yang berperilaku tidak baik, karena orang Melayu itu pasti baik, santun, akhlaknya baik dan agamanya bagus. Maka yang berniat melaporkan ke Polda, silahkan antarkan laporan itu dengan baik dan santun. Selanjutnya, kita tunggu prosesnya,” terang Suparman. 

Tak dipungkiri Suparman, adapun bentuk dukungan hingga bantuan pada dirinya sangatlah banyak. Dikatakan Suparman, tidak hanya datang dari masyarakat Riau saja, bahkan dari beberapa tokoh-tokoh Nasional hingga para Ulama. Namun tetap Ia tolak dengan halus. 

"Kami punya kemampuan untuk menghadapi hanya 1 orang oknum, yang sekarang mencari makan dengan cara yang seperti itu di bumi Riau ini," tegas Suparman.

Tidak hanya sampai disitu saja, saat itu Suparman juga secara terbuka menantang Iwan Pansa untuk berduel satu lawan satu di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau sebagai bentuk penyelesaian persoalan yang dinilainya telah menyentuh marwah.
 
“Saya tidak takut sama Iwan Pansa. Kalau itu diluar kepentingan marwah, adu saya satu lawan satu. Jika mereka banyak, kami pun banyak. Jadi, tentukan harinya kita perang bersama-sama. Ini resmi tantangan saya kepada Iwan Pansa, kau hadapi saya secara jantan” tutup Suparman. 

Datuk Adat Minta Kepolisian Tahan Iwan Pansa 

Menanggapi beredarnya video berdurasi 2 menit 28 detik pada Kamis (30/4) lalu, yang memperlihatkan oknum Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru, Iwan Pansa melabrak tokoh masyarakat Riau, Suparman tersebut.
 
Pengurus Majelis Kerapatan Adat Lema (MKA) LAMR, Datuk Taufiq Tambusai mengatakan, jika sebelum kejadian itu ia duduk bersama Datuk Tralili dan Datuk Seri Jufrizan menunggu teman di kedai kopi. Namun tak berselang lama, keluar Suparman dari belakang ingin pulang.   

"Karena melihat para tokoh duduk, Pak Suparman singgah menyapa para tokoh dan duduk bersama berdiskusi. Tiba-tiba saat kami ngobrol Iwan P datang dan langsung menunjuk Suparman sambil marah-marah dengan suara besar. Lalu, saya berdiri dan bilang duduklah dulu karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Ehh, malah saya dibentaknya dan berkata kasar," terang Datuk Tambusai menceritakan kejadian seperti yang dilansir dari riauterkini.com Sabtu (2/5). 

Bahkan, lanjut Datuk Tambusai, saat kejadian itu Suparman sempat mengajak Iwan P berdiskusi ke belakang. Namun niat baik itu tidak mendapat respon baik dari Iwan P.   

"Jangankan merespon baik, malah Iwan P itu sampai mengancam Suparman, namun Suparman tidak terpancing. Tak lama Iwan P pergi, Surpaman pun pulang. Sementara, kami pun melanjutkan diskusi dengan para Datuk. Kita tak tau kenapa Iwan P tiba-tiba marah-marah di depan para tokoh," katanya.   

Senada dengan Datuk Tambusai, Timbalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Tarlaili menyayangkan kejadian tersebut.   

"Disayangkan sekali, ada seorang Ketua Ormas PP Pekanbaru tidak mempunyai itikad baik. Kalau mau berunding dengan siapa pun di Negeri ini harus hargai juga orang tua. Apalagi saat itu ada Ketua DPH LAMR Rohil, ada datuk dari MKA dan DPH LAMR," kesalnya.   

Parahnya lagi, ketika Datuk Taufiq Tambusai bertanya ada apa kepada Iwan P, malah yang diterima beliau berupa bentakan dari Iwan P sambil mengeluarkan kata-kata kotor. Setelah itu, Iwan P pun melanjutkan memaki-maki Suparman dengan kata-kata tak pantas diucapkan seorang ketua ormas. Bahkan kejadian itu sudah ada yang memvideokan," tambah Datuk Tralili menjelaskan kejadian.  

Dikarenakan prilaku Iwan P tersebut, tentu saja membuat kesan seperti orang yang tidak tau adab dan tak tau sopan santun. Padahal kita di Negeri Bumi Lancang Kuning ini sangat menjunjung itu. Kalau dia tau sopan santun dan adab tidak seperti itu, pasti diajaknya Suparman berunding baik-baik," ujarnya.   

“Kami sangat percaya dengan Polda Riau yang memiliki semboyan 'Melindungi Tuah, Menjaga Marwah'. Filosofi ini memiliki makna yang dalam, menekankan perlindungan kekayaan alam (tuah) dan harga diri masyarakat (marwah). Karena itu, kami harap agar yang bersangkutan dapat ditahan, hapuskan permanisme di Riau. Dan LAMR juga akan memberikan sanksi adat," tegasnya.
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index